Tuesday, November 25, 2014

Which Parent Are You?

Bila ada anak-anak kecil, eating is all about putting food in your mouth, chewing and swallowing, while avoiding to get choked. Dah tiada zaman kau mengamati butiran nasi, menghirup sup sambil memikirkan kurang garamkah terlebih ajinomoto kah, mengirai helaian mee sambil menghembus-hembusnya supaya lekas sejuk. It's all about speed and precision. Ha ha.

Eating out without opah and atuk equals to eating out without iPad or tab. No gadget but papers, pens and pencils. Kalau terlupa bawak, pinjam kat kedai. Kalau tak de juga, ha lantak sana. Hadap je apa yang ada. Tu pun hanya boleh menabahkan budak berdua ni selama hmmm... tak lebih dari 15 minit. Selebihnya sama ada papa makan dulu atau mommy makan dulu. Our standard faham-faham sendiri practice is papa will eat first while mommy looks after the kids.

Ini dua orang perut sudah kenyang, lalu yang belakang sekali itu boleh makan dengan tenang.
And I actually like this arrangement. One of the perks is I can take my own sweet time finishing my meal. Kunyah halus-halus, telan perlahan-lahan, teguk air tanpa sedak. But the cons are my food will be cold when my turn finally comes and sometimes I don't even get the chance to eat my food because the kids prefer mine than theirs and I have to eat their food. But it's ok. Janji aku kenyang.

Seronok kot akhirnya dapat makan. Muka buruk pun, buruk lah.
Dah tua ni aku makan asalkan kenyang dan tidak memudaratkan. Haha. Jika mahu bersenang-senang waktu makan, kami akan makan berdua sahaja.

So, which parent are you?

1 comment:

ibuniar dikualalumpur said...

Assalamualaikum.wr.wb. perkenalkan nama saya ibu niar TKI di kualalumpur, saat menulis ini saya teringat memory masa lalu..saya sangat tergugah hati melihat coretan hati yang bapak tulis. saya jadi teringat tentang masa-masa sulit dulu,karena iktiar dan usaha , seolah2 menjadi dendam bukan lagi motivasi, cuma satu tujuan saya pada saat bagaiman caranya untuk bangkit..singkat kata berbagai macam iktiar dan cara yang saya lalui, mengingat pada saat itu hutang saya 230 JUTA yang tidak sedikit, belum lagi bunga renternir yang bertambah. karena usaha, kesungguhan hati, akhirnya menemukan jalan /solusi . saya percaya ALLAH ITU TIDAK DIAM MAHA PENYAYANG , cobaan itu bukan lah ujian tapi hadiah yang tersilmut untuk kebahagiaan keluaraga ku yang sebenar2nya. Bila butuh angka togel ghaib yg sudah kami buktikan hubungi AKI SUKRO DI,081-242-294-597. ingat kesempat tidak akan datang untuk yang kedua kalinga KETIK >>>>KLIK DISINI<<<< TRIMAKASIH.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...